Diego Mendieta Meninggal Dunia Saat Gaji Tertunda

Diego Mendieta Meninggal Dunia Saat Gaji Tertunda. Diego Mendieta. Legiun asing Persis Solo mengembuskan napas terakhir di usia 32 tahun karena CMV (cytomegalovirus) yang menyerangnya sejak November lalu.

Diego-Mendieta-Meninggal

Meninggalnya Diego Mendieta menyisakan masalah yang harus diselesaikan manajemen Persis Solo versi PT LI, yaitu pembayaran gaji pemain yang tertunda, sebesar Rp 120 juta. Menurut mantan Ketua PSSI Solo, yang juga menjabat Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kematian Diego adalah pukulan telak bagi PSSI.

Setelah timnas kalah dari Malaysia di ajang Piala AFF 2012, kali ini seorang pemain asing yang bermain di Indonesia meninggal karena sakit dan menyisakan permasalahan profesionalitas.

"Ini adalah pengalaman yang pahit buat PSSI, sudah Timnas kalah, dan sekarang pemain asing yang meninggal dengan menyisakan permasalahan gaji yang belum dibayar. Ini sudah bukan tamparan, tetapi juga sambaran geledek," katanya.

Mantan penyerang Persitara Jakarta Utara tersebut memiliki nama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion. Lahir di Paraguay, 13 Juni 1980, Diego meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang semuanya tinggal di Paraguay.

Hasil Timnas Indonesia Vs Kamerun Skor 0-0

Timnas-Indonesia-AFF-2012
Hasil Timnas Indonesia Vs Kamerun Skor 0-0. Dalam laga uji coba Timnas Indonesia melawan Kamerun berakhir tanpa gol. Kamerun tampil lebih mendominasi jalannya pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/11/12) sore WIB.

Permainan agresif ditunjukkan tim tamu Kamerun. Memainkan operan bola pendek namun cepat ke jantung pertahanan timnas, dalam tempo 10 menit Kamerun mampu memberikan ancaman berbahaya untuk kiper timnas Endra Prasetya.

Terus ditekan, Timnas berusaha bangkit. Di menit 30, Nopendi sempat mendapat peluang. Namun sayang umpan ke kotak penalti Kamerun tidak menemui teman dan disapu dengan mudah oleh lini belakang Kamerun. Ketangguhan lini belakang Kamerun kembali terlihat 10 menit kemudian saat mengantisipasi umpan Oktovianus Maniani dari sayap. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, permainan timnas mulai berubah. Para pemain timnas lebih sering memainkan bola-bola pendek. Perubahan ini membuahkan sebuah peluang emas dari Andik Vermansyah. Sayang tembakannya ditangkap kiper Kamerun. Di menit 54, peluang kembali didapat Andik. Sayang boa kembali masih bisa diantisipasi kiper Kamerun.

Mencoba menambah tekanan, Nil Maizar akhirnya memasukkan Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy untuk menggantikan Jhonny Van Beukering dan Andik Vermansyah. Masuknya Elie membuat serangan timnas dari sayap semakin berbahaya.

Di menit 73, sebuah peluang emas didapat berkat kerjasama Irfan Bachdim, Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas. Sayang bola mengenai barisan pertahanan Kamerun. Di Menit 77, giliran Okto yang memberikan pressing. Membawa bola sendirian, Okto mengirim umpan ke pertahanan Kamerun. Namun sayang tidak satupun pemain timnas yang menyambut. Skor kacamata 0-0 bertahan sampai peluit panjang akhir pertandingan di tiup wasit.
Susunan Para Pemain:

Indonesia: Endra Prasetya (Wahyu Tri 46’); Nopendi, Wahyu Wijiastanto, Handi Ramdan, Novan Setya Sasongko; Oktovianus Maniani, Tonnie Cussel, Taufiq, Andik Vermansyah (Ellie Aiboy 61’); Irfan Bachdim, Jhonny van Beukering (Bambang Pamungkas 54’). Pelatih: Nil Maizar.
 
Kamerun: Youthejehu Rostand; Fal Colling Ngoran, Moundid Jengue Gustav, Aminou Bouba, Abounandzana Jean Patrick; Ashu Tambe Clevis, Roger Toindouba Guy, Kingue Mpondo, Oyongo Bitolo Ambroise (Boeheujuel Sandriel 76’); Ebah Tonie Julie, Makonn Longa. Pelatih: Nke Dieudonne.

Hasil FA Community Shield: Chelsea vs Manchester City 2-3

Chelsea vs Manchester City 2-3
Hasil FA Community Shield: Chelsea vs Manchester City 2-3. Chelsea akhirnya berhasil menipiskan kekalahannya atas Manchester City, lewat gol Ryan Bertrand di menit ke-80, dalam laga community shield, yang digelar di Stadion Villa Park, Minggu (12/8/2012). Gol tersebut berawal dari tendangan yang dilepaskan oleh John Obi Mikel dari luar kotak penalti City.

Penjaga gawang City, Costel Pantilimon, sempat menepis bola, namun bola yang ditepis oleh Pantilimon berhasil disambar oleh Bertrand, dan mengubah skor menjadi 2-3.

Sebelumnya City berhasil unggul 3-1, lewat gol Yaya Toure, Carlos Teves, dan Samir Nasri. Gol ketiga City diciptakan oleh Samir Nasri, di menit ke-65. Menerima umpan dari Kolarov di sisi kanan pertahanan Chelsea, Nasri berhasil menyontek bola, yang meluncur ke pojok kiri gawang Chelsea. Penjaga gawang Petr Cech pun hanya bisa terdiam melihat gawangnya bobol untuk yang ketiga kalinya.

Sebelumnya di babak pertama Chelsea sempat unggul terlebih dahulu, lewat gol yang dicetak oleh Fernando Torres di menit ke 40. Gol Torres tercipta melalui sontekan kaki kirinya. Mendapat umpan dari John Obi Mikel, Torres berhasil lolos dari pengawalan pemain City, dan kemudian menceploskan bola ke gawang City.

Namun sayang satu menit kemudian petaka datang bagi Chelsea. Pemain belakangnya, Branislav Ivanovic, diganjar kartu merah oleh wasit, karena melakukan tekel keras Aleksandar Kolarov. Alhasil Chelsea terpaksa bermain dengan 10 pemain.

Di babak kedua City menyamakan skor menjadi 1-1, lewat gol Yaya Toure di menit ke-53. Gol penyama City ini berawal dari kemelut yang terjadi di kotak penalti Chelsea. John Terry yang berusaha membuang bola, namun si kulit bundar justru jatuh di kaki Yaya Toure. Tendangan keras Toure pun melesak masuk ke gawang Petr Cech.

Enam menit kemudian City berbalik unggul, kali ini melalui tendangan keras Carlos Tevez. Menerima umpan dari rekannya, Tevez berusaha menusuk ke lini pertahanan Chelsea.

Meski mendapat kawalan ketat dari David Luiz, Tevez tetap mampu melepaskan tendangan keras, yang bersarang ke pojok kiri gawang Petr Cech. City pun unggul 2-1. Skuad asuhan Roberto Mancini itu kemudian menambah gol ketiganya di menit 65 lewat Samir Nasri.

Hasil Final Pertandingan Brazil vs Mexico 1-2 Olimpiade London 2012

Meksiko-Kalahkan-Brasil-1-2
Hasil Final Pertandingan Brazil vs Mexico 1-2 Olimpiade London 2012. Meksiko berhasil mengalahkan Tim Samba Brasil dalam hasil pertandingan final cabang sepak bola Olimpiade London 2012 Brazil vs Mexico yang berakhir dengan skor 1-2.

Dua gol Meksiko dibuat oleh Oribe Peralta sementara gol Brazil di buat Hulk. Berakhirlah sudah mimpi Neymar dkk. meraih medali emas pertama di Olimpiade sepanjang sejarah.

Meski di menit-menit berikut tim Samba mulai berkembang, mereka tak bisa berbuat banyak. Kesempatan yang cukup istimewa baru datang di menit 27 ketika tembakan Oscar dari jarak dekat masih tepat mengarah pada kiper Jose Corona.

Sadar ada kesalahan dalam taktik, Mano Menezes akhirnya kembali ke formasi awal, 4-3-3. Alex Sandro yang tampil kurang baik sepanjang setengah jam, dicopot untuk kehadiran Hulk. Namun, perubahan tidak langsung terjadi.

Ujian pertama bagi Jose Corona, kiper Meksiko, baru hadir di menit 37. Tembakan Hulk masih mampu dibloknya. Sementara, sepakan Marcelo tiga menit kemudian terlalu jauh menghindari gawang El Tricolor. Terakhir, Neymar juga gagal membidik gol di ujung babak pertama.

Babak kedua Brazil lebih banyak berisiniatif. Beberapa kali Neymar membuka celah demi celah di lini pertahanan El Tricolor. Namun, sang bintang  seperti menemui jalan buntu. Selalu ada dua atau tiga pemain Meksiko yang mengepung kala bola jatuh pada si nomor sebelas. Dan kala ia bebas seperti yang terjadi di menit 59, tembakan Neymar terbang seperti mimpi Brazil meraih medali emas Olimpiade pertama mereka.

Senjata terakhir tim Samba pun dikeluarkan. Alexandre Pato masuk menggantikan Sandro di menit 69 dan Brazil memainkan empat penyerang maut mereka sekaligus.

Namun, bukan Neymar yang mencetak gol. Sebaliknya, Oribe Peralta untuk kedua kalinya sukses ‘memukul’ Gabriel. Tandukannya memanfaatkan tendangan bebas di menit 75, membuat hari antiklimaks Brazil berlanjut.

Dewi fortuna terlambat berpihak pada Brazil. Di ujung laga, Hulk mampu memperkecil kekalahan setelah sekian lama mengetuk pintu gawang Meksiko. Dan ketika tandukan Oscar di menit 92 melintas atas gawang Jose Corona, selesailah sudah.

Meksiko menggenggam medali emas Olimpiade dengan suka cita sedangkan sang juara Piala Dunia lima kali masih terus dipenuhi rasa penasaran tak pernah mampu menaklukkan turnamen empat tahunan ini.